Solusi Tombol/Switch On Off Power Bank Rusak Termudah


Switch Power Bank
Selamat datang kembali teman-teman....
Disini pasti semua sudah mengenal alat satu ini yang disebut Power Bank. Ya, barang ini sudah sewajarnya dimiliki karena fungsinya yang sangat diperlukan pada masa ini.

Teman-teman pasti pernah merasakan bagaimana susahnya ketika menggunakan smartphone dan kehabisan baterai padahal sedang membutuhkan untuk komunikasi.

Tipe-tipe dari power bank ini bermacam-macam mulai dari yang tanpa tombol, indikator led, atau digital dengan sevensegment.



Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi sedikit ilmu yang saya miliki ketika mengganti tombol power di power bank milik teman saya. Kata teman, tombolnya tenggelam (kayak di dalam air aja nih :v), saya berfikir mungkin switch rusak.

Setelah saya bawa, ternyata benar. Tombolnya memang tenggelam alias masuk semuanya ke dalam. :D Dan tanpa fikir panjang langsung saya bongkar aja itu power bank.

Setelah semuanya saya bongkar, ternyata oh ternyata, switch power bank sampai lepas lur. Usut punya usut switch lepas karena ditusuk pakai pulpen oleh si pemilik karena tombolnya tenggelam. Ini dia foto dari switch yang digunakan.
Switch power bank rusak
Tanpa fikir lama-lama saya carikan switch itu ke toko elektronik yang ada di Jogja. Ternyata tidak ada yang menjual seperti itu di toko, karena bantuknya seperti tombol switch power dan volume pada handphone. Terpaksa saya membeli yang mini switch (kalau tidak salah namanya hehe... lupa soalnya) yang kakinya hanya ada 2 saja.

Oke... bahan sudah didapatkan waktunya eksekusi.
Pertama-tama, saya berikan tenol tambahan pada kaki kaki yang lama pada pcb. Setelah itu, saya lem switch yang baru dengan kapas dan diberi lem G. Untuk bahan pengeleman bebas, yang penting tahan terhadap tekanan dan tidak mudah lepas. Untuk penyambungan antara kaki dan letak jalur di PCB saya menggunakan kawat email bekas spul speaker yang sudah rusak, jadi email ini fungsinya seperti kabel jumper. Hasilnya seperti ini.
Hasil Pemasangan Switch Baru
Selanjutnya, saya menguji kerja dari switch tersebut dengan menghubungkan sumber daya atau baterai yang ada ke modul PCB tadi. untuk lebih baiknya kita mulai dari kutub negatif baterai ke jalur B- untuk menghindari adanya short pada jalur lain. Setelah itu sambung kutub positif ke B+. Pastikan sambungan aman dan kuat.
Pemasangan Kutub Baterai
Setelah semuanya dipastikan kuat, kita coba menyalakan dengan memencet tombol power yang telah kita pasang tadi dengan menekan beberapa kali secara berkala. Hasilnya power bank dapat menyala normal seperti sediakala.
Power Bank Nyala
Saya pastikan terlebih dahulu kekuatan dan kerja dari switch serta modul sudah normal semua. Setelah itu jika sudah benar-benar yakin, saya lepas lagi baterai dan memasang modul ke casing. Pelepasan baterai sangat penting agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan ketika pemasangan ke casing. Pertama yang kita lakukan adalah memasang modul ke casing dan memasang baut yang tersedia.
Pemasangan Modul ke Casing
Setelah casing terpasang dengan benar beserta fungsi dari tombol power atau switch yang kita pasang tadi dipastikan sudah berfungsi dengan baik. Lalu dilakukan pemasangan baterai ke modul. Pemasangan dilakukan seperti pada awal tadi.
Setelah baterai terpasang, saya pasang casing penutupnya dengan diberi lem sedikit untuk menjaga kekuatannya. Setelah itu kita coba lagi fungsi dari power bank.
Power Bank Normal Kembali
Sukses!!! Power bank sudah berhasil bekerja dengan normal seperti semula. Oke sekian beberapa pengalaman saya. Untuk switch tidak harus sama yang penting berfungsi sama seperti aslinya dan kita pasang dengan sedikit modifikasi. Semoga Bermanfaat

Related Posts:

Resensi Buku Rangkaian Digital dan Rancangan Digital karya Samuel C. Lee

Sumber buku: http://library.uny.ac.id
Selamat datang kembali di blog ini. Pada kali ini saya akan membahas salah satu buku yang saya pinjam di Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta dengan saya sajikan resensi dari buku tersebut untuk kita gunakan sebagai review atas isi buku tersebut. Pada awalnya, saya dapat mengakses beberapa buku pada website resmi Perpustakaan UNY pada http://library.uny.ac.id/ yang menawarkan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses atau mencari buku.

Nah, langsung saja ini resensi atau review buku tersebut versi Syaka Tech.









  • Judul                  : Rangkaian Digital dan Rancangan Digital
  • Penulis                : Samuel C. Lee, Ir. Sutisno, M.Sc. (Alih Bahasa)
  • Penerbit             : Penerbit Erlangga
  • Tahun                  : 1976
  • Tebal                  : 568 Halaman
  • Cetakan             : 1
  • Sinopsis             :
    Perkembangan teknologi yang terjadi pada abad 20 dan abad 21 sangatlah pesat. Dahulu teknologi serba menggunakan perangkat yang analog atau masih manual. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia terus melakukan percobaan bagaimana untuk melakukan operasi yang sangat banyak dan cepat. Hal ini terjawab dengan adanya teknologi digital yang menggunakan logika ya (1) dan tidak (0). Perangkat yang digunakan pun semakin kompleks dengan menggunakan Integrated Circuit (IC) maupun mikroprosesor yang dapat melakukan banyak operasi pada waktu yang singkat.
    Pada buku ini juga dijelaskan mulai dari dasar logika hingga contoh rangkaian dan perangkat yang menggunakan rancangan digital. Rancangan digital tersebut dapat dikelompokkan dalam SSI (Small Scale Integration), MSI (Medium Scale Integration), LSI (Large Scale Integration). Sedangkan untuk kelompok logika terdapat. Contoh penggunaan rangkaian digital yaitu pada perangkat MOS, CMOS, ROM, RAM, CPU, dan lain sebagainya dibahas dibuku ini secara lengkap dan detail dengan persamaannya.
    Melalui buku ini, pembaca diberikan pengertian bahwa rancangan digital pada masa depan akan sangat pesat kemajuannya dan oleh karena itu melalui buku ini diajarkan mulai dari dasar hingga tingkat lanjut serta contoh penerapannya agar dapat mahir dalam mengerjakan peralatan menggunakan teknologi digital.
  • Kelebihan       :
    1. Memuat ilmu pengetahuan tentang rangkaian digital mulai dari dasar hingga penerapannya.
    2. Berisi gambar simbol dan ilustrasi yang dapat mendukung artikel dan dipahami dengan mudah
    3. Materi yang disajikan runtut dan jelas
  • Kekurangan      :
    1. Karena buku terjemahan, banyak istilah asing yang diterjemahkan walaupun sebenarnya tidak perlu
    2. Sebagian kata sedikit berbelit-belit
Demikian resensi buku yang saya pinjam dari Perpustakaan UNY. Semoga bermanfaat. Untuk jurnal-jurnal lainnya dapat diakses melalui:

Buku:
C. Lee, Samuel, Sutisno (Alih Bahasa). 1976. Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Related Posts:

Membuat Streaming Server Sendiri dengan Plex dan Debian 8.6

Setelah sekian lama tidak memposting akhirnya bisa posting lagi hehe.

Multimedia Streaming Server adalah server yang digunakan untuk mengakses video maupun gambar dari PC Client serta dapat melakukan upload video dari client dengan antar muka web browser.

Plex adalah salah satu software yang digunakan untuk membuat Multimedia Streaming Server dengan platform yang beraneka ragam.



Untuk dapat menginstall Plex pada tutorial kali ini, teman-teman perlu menyiapkan
  1. Debian 8.6 atau yang lainnya
  2. DVD Debian 1 2 3, atau repositori online
  3. WinSCP untuk mengcopy file Plex
  4. Plex Streaming Server, bisa di download dari website resminya. Download Plex
Baik jika semuanya sudah, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan login dengan user root
    Login Sebagai User Root
  2. Mengcopy file plex dari Windows ke dalam sistem server Debian. (Cara melakukan copy akan menyusul pada tutorial berikutnya hehe. Sementara bisa browsing terlebih dahulu)
    Mengcopy File Plex.deb
  3. Melakukan instalasi Plex Multimedia Server dengan pindah ke direktori dimana plex divopy, disini saya mengcopy di tmp
    #cd /tmp
    #dpkg –i p.deb
    Installasi Plex

  4. Membuka browser pada client, lalu mengetikkan alamat 192.168.20.1:32400/web/index.html
    Mengakses halaman WEB dari PLEX
  5. Muncul halaman untuk konfigurasi Plex, Klik “Got It!” untuk memulai.
    Memulai PLEX
  6. Tunggu beberapa saat lalu akan muncul tampilan setting server. Lalu isikan nama server Plex dengan “Server” lalu mengklik Next.
    Setting Nama Server
  7. Pilih “Add Library” untuk menambahkan library
    Tambahkan Library
  8. Pilih tipe dengan tipe “Movie”
    Pilih Movie
  9. Klik “Browse for Media Folder” untuk memilih folder tempat video diletakkan.
    Memilih Folder Video
  10. Pilih folder yang berisi video. Disini saya mencontohkan /var/lib/plexmediaserver sebagai folder yang berisi video.
    Folder yang Berisi Video
  11. Lalu klik “Add Library”
    Menambahkan Folder Library
  12. Library baru sudah dibuat, lalu klik “Next”
    Menyimpan Library
  13. Konfigurasi telah selesai, lalu klik “Done”
    Finishing Konfigurasi
  14. Masukkan video dengan format mp4 ke dalam direktori /tmp, menggunakan WinSCP atau yang lainnya.
    Memasukkan Video ke /tmp
  15. Masuk ke direktori tmp, lalu mengcopy video ke dalam direktori /var/lib/plexmediaserver
    Memindahkan Video
  16. Waktunya diuji dari client dengan web browser
  17. Refresh browser yang digunakan untuk membuka Plex Server
    Merefresh web browser untuk membuka Plex
  18. Hasil dari tayangan Plex, video sudah tampil
    Hasil Plex
Sekian tutorial dari saya. Semoga bermanfaat. Terima Kasih

Related Posts: