Cara Mudah Melakukan Restore Database MySQL di Debian 8.6

restore
Hai teman-teman. Selamat datang dan salam sejahtera. Kali ini saya akan memberikan beberapa langkah untuk merestore backupan database MySQL. Untuk cara backup database dapat teman-teman lihat pada postingan sebelumnya.

Nah, jika kita sudah membackup database, tentulah kita akan merestore atau mengembalikan database. Sebelumnya, apa itu restore?
Restore adalah proses atau langkah mengembalikan data dimana data yang akan dikembalikan pasti keutuhannya dan tidak ada yang hilang.
Lalu, apa bedanya dengan Recovery?
Recovery adalah proses atau langkah mengembalikan data dimana data yang akan dikembalikan sudah tidak utuh atau rusak yang diakibatkan oleh beberapa faktor.
Memang kedua istilah ini kadang dicampurkan dan ada yang menganggap restore dan recovery adalah sama. Padahal pada penerapannya berbeda. Maka disini saya memberikan perbandingan kedua prinsip dasar, semoga dapat membantu.
Restore data hasil backup perlu dilakukan jika suatu saat terjadi kegagalan sistem, maka kita tinggal melakukan restore terhadap data yang rusak tadi. Tentu saja hal ini sangat membantu dalam merawat dan memperbaiki sistem.

Mengingat backup dan restore adalah langkah penting dalam jaringan, maka hal ini perlu dikuasai oleh administrator jaringan.

  1. Masuk sebagai user root agar memiliki hak akses penuh.
  2. Lihat database yang ada pada MySQL sebelum direstore. (Boleh tidak dilakukan jika sudah yakin). Masuk ke dalam shell MySQL dengan perintah mysql -u root -p, lalu isikan sandi MySQL teman-teman.
  3. Ketikkan perintah dibawah untuk melihat database yang ada.
     show databases; 
    Melihat Daftar Database
  4. Keluar dari shell MySQL dengan perintah quit.
     quit 
  5. Pastikan teman-teman sudah memiliki file yang akan direstore dengan ekstensi .sql. Disini saya mencontohkan file backup dbsyakabck.sql yang tersimpan di direktori /home. Di dalam file backup tersebut terdapat database dengan nama dbsyaka.
     # ls /home 
    File Backup
  6. Restore data hasil backup (.sql) dari shell Linux bukan dari shell MySQL.
     # mysql -u root -p < /home/dbsyakabck.sql 
    Restore Database
    Ketika akan melakukan restore akan diminta sandi root MySQL, maka isikan sandi root milik MySQL. Jika tidak ada pesan kesalahan dalam artian tampak seperti diatas, maka restore database telah berhasil.

  7. Cek hasil restore dengan masuk ke shell MySQL lalu melihat daftar database.
     #mysql -u root -p
     > show databases; 
    Daftar Database Setelah di Restore
    Hasil restrore yaitu database dengan nama dbsyaka yang sudah berada di dalam daftar database. Jika belum, mungkin terdapat kesalahan dalam memasukkan nama file backup.
Mudah kan teman-teman, oke sekian dari saya. Terima Kasih. Semoga Bermanfaat.

Related Posts:

Cara Install dan Konfigurasi Cacti Network Monitor di Debian 7.8

Hai teman-teman... Jumpa lagi hehe
Kali ini saya akan membahas tentang salah satu aplikasi sistem monitoring jaringan, yaitu cacti. Apa itu cacti?
Cacti adalah sistem monitor jaringan dengan antarmuka user berbasis web.
Aplikasi ini biasanya digunakan untuk sistem operasi linux debian. Aplikasi ini selain mudah untuk dikonfigurasi, juga menampilkan detail servis yang ada pada suatu komputer server atau node yang dimonitor oleh cacti ini.
Langsung saja ini dia  Cara Install dan Konfigurasi Cacti Network Monitor di Debian 7.8.
  1. Masuk ke terminal atau login sebagai root.
  2. Ketikkan perintah di bawah untuk install cacti.
    apt-get install cacti
    cacti, debian, monitoring, nms
    Install Cacti
  3. Pilih ok pada configuring libphp-adodb
    cacti, debian, monitoring, nms
    Pilih OK
  4. Pilih yes pada configure database for cacti with dbconfig common.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Pilih yes

  5. Isikan password administrator user MySQL yang akan digunakan untuk cacti.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Isi Password Administrator MySQL
  6. Masukkan password untuk cacti saat masuk ke database MySQL.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Masukkan Password
  7. Ketikkan lagi untuk konfirmasi.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Masukkan untuk Konfirmasi
  8. Pilih web server yang akan dikonfigurasi otomatis oleh cacti atau pilih "none" jika daftar web server teman-teman tidak ada disana. Disini saya mencontohkan menggunakan Apache2.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Pilih Web Server
  9. Nah, sekarang buka dari web browser untuk mengonfigurasi cacti tingkat lanjutnya. Caranya, ketikkan IP server di address bar browser lalu tambahkan /cacti di belakangnya. Saya mencontohkan "192.168.1.2/cacti", maka halaman akan auto redirect ke "192.168.1.2/cacti/install/"
    cacti, debian, monitoring, nms
    Cara Membuka Cacti
  10. Secara otomatis akan redirect ke halaman installasi cacti, lalu klik "NEXT>>" untuk menginstall cacti.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Installasi Cacti
  11. Pilih tipe installasi "new install" karena disini kita menginstall cacti untuk pertama kali.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Pilih New Install
  12. Di tahap ini, jangan ubah setelan bawaan dari cacti, cukup klik "Finish" saja.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Klik Finish
  13. Installasi sudah selesai, sekarang giliran untuk login dan konfigurasi cacti dari web browser. Saat login pertama kali, isikan username dan password sembarang, asalkan yang aman dan mudah untuk diingat. Lalu klik login.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Masukkan Username dan Password
  14. Karena baru login pertama kali, maka Cacti akan membuat user baru sesuai username yang teman-teman masukkan. Nah, setelah itu kita disajikan dengan halaman yang akan membuat password baru, silakan isikan password baru dan konfirmasi di bawahnya. Password ini yang nantinya akan digunakan untuk login dengan username yang sudah diketikkan sebelumnya.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Masukkan Password Baru
  15. Selamat! Cacti sudah terinstall dan kita sudah bisa login ke dalamnya. Sekarang buat sebuah grafik yang akan menunjukkan aktivitas perangkat jaringan seperti PC kita. Nah, sebelum membuat grafik, kita harus tentukan PC atau perangkat mana yang akan kita monitor. Disini disebut "Create Device for Network". Klik pada link "Create Device".
    cacti, debian, monitoring, nms
    Klik Create Device
  16. Isikan Description sesuai keinginan teman-teman dan isikan hostname dengan IP PC atau perangkat yang akan dimonitor.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Memberi Hostname dan Description Device
  17.  Lalu scroll ke bawah, klik save pada bagian bawah kanan form.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Klik Save
  18. Device sudah berhasil ditambahkan.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Device Berhasil Ditambahkan
  19. Selanjutnya, kita akan membuat grafik untuk device yang sudah dibuat. Klik "Create Graphs for this Host".
    cacti, debian, monitoring, nms
    Buat Grafik
  20. Pada form "Graph Template", ubah dopdown value untuk menambahkan grafik lainnya. Disini saya mencontohkan "Unix Process" untuk memonitor proses di linux.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Graph Template
  21. Lalu untuk Data Query bisa teman-teman centang salah satu partisi harddisk, saya memilih partisi /home untuk ditampilkan grafiknya. Lalu klik "Create".
    cacti, debian, monitoring, nms
    Data Query
  22. Pilih warna legenda untuk grafik ini, teman-teman bisa pilih sesaui kesukaan teman-teman. Lalu klik "Create".
    cacti, debian, monitoring, nms
    Pilih Warna Legenda
  23. Akan tampil pesan grafik sudah selesai dibuat di bagian pojok kiri atas dekat sidebar menu.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Grafik Berhasil Dibuat
  24. Untuk mengecek grafik yang telah kita buat, klik menu navigasi "graphs" pada bagian atas.
    cacti, debian, monitoring, nms
    Cek Grafik
    Sudah ada grafik yang kita buat tadi. Selamat, konfigurasi Cacti telah berhasil!
Nah, itu dia teman-teman cara konfigurasi Cacti. Jangan lupa share dan semoga bermanfaat. Ketemu lagi di next tutorial.

Related Posts:

Cara Mudah Melakukan Backup Database MySQL di Debian 8.6

Hai teman-teman.. Setelah sekian lama nggak posting, akhirnya saya posting. hehe
Kemarin PC saya lagi trouble hehe (curhat dikit)
Oke, kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana Cara Mudah Melakukan Backup Database MySQL di Linux Debian.

MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen database atau Database Management System (DBMS) yang dapat digunakan secara gratis. MySQL cocok  digunakan untuk perusahaan kecil dan menengah. Walaupun gratis, MySQL ini sangat handal sehingga banyak yang memilihnya.
Nah, maka itu semua, tentu akan menampung data yang banyak dan amat penting. Namanya kecelakaan yang mengakibatkan data hilang pasti. Maka dari itu, membackup atau membuat cadangan database ini sangatlah penting. Untuk administrator jaringan dengan database pastilah hafal dan wajib melakukan ini.
Bayangkan jika sebuah bank satu jam saja mengalami eror di dalam database, berapa itu kerugian yang ditanggung bank? wah, fatal kan. Maka dari itu, backup ini sangat penting dilakukan.

  1. Login dengan user root terlebih dahulu agar mendapat hak akses penuh.
  2. Dari terminal, ketikkan perintah mysqldump –u root –p --databases nama_database> /lokasi/nama_file_backup.sql. Di sini saya mencontohkan untuk membackup database dbsyaka ke direktori home dengan nama dbsyakabck.sql, maka perintahnya mysqldump –u root –p --databases dbsyaka > /home/dbsyakabck.sql. Lalu setelah itu masukkan password root MySQL.
    Backup
    Jika terlihat seperti diatas, maka backup berhasil.
  3. Cek hasil backup di direktori home dengan perintah ls /home
    Cek di Direktori home
    File backup dengan nama dbsyakabck.sql telah ada. BERHASIL!!!
  4. Selesai.
Mudah bukan teman-teman, sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat.

Related Posts: